Masyarakat
Provinsi Lampung patut berbangga dengan kebudayaan daerah, salah satunya tarian
tradisional. Pasalnya, Tari Kreasi Muli Betanggai asal Provinsi Lampung yang
dibawakan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyabet
juara I pada kompetisi New Immigration
Dance Festival tingkat nasional di Kota Taoyuan, Taiwan pada 26 November
2017.
Lengak
lengok nan lincah gemulai yang ditampilkan Yolanda Aprianti, Faity Christie, dan Lorensia Lilik Panca Asih saat menari
mampu memukau para dewan juri dan penonton serta mengantarkan mereka menorehkan
prestasi internasional.
New
Immigration Dance Festival yang diselenggarakan
Kementerian Pendidikan Taiwan ini diikuti 14 tim kategori A (1-3 orang dalam 1
grup) dan 14 tim kategori B (lebih dari 3 orang dalam 1 grup) dengan penampilan
tarian dari berbagai negara.
Perjuangan untuk mengikuti kompetisi
ini bukan hal mudah. Karena hanya Yolanda yang memiliki latar belakang penari,
sedangkan Faity dan Lorensia belum terbiasa menari. Namun berkat kemauan dan
kerja keras, mereka terus berlatih bersama hingga memperoleh hasil yang
maksimal.
Ketiga mahasiswa jurusan Akuntansi
Darmajaya ini tengah menjalani program student
mobillity selama 1 semester di Cheng Shiu University, Taiwan. Mahasiswa Darmajaya lainnya
yang juga mengikuti program student
mobillity di Cheng Shiu
University, Taiwan yakni Nurul Fadila (Akuntansi), dan Ronal Diantry (Manajemen) untuk
program joint research.
“Alhamdulillah,
untuk kategori A, nama tim kami Lampung Okay menjadi juara pertama. Untuk kategori
B, kampus kami Cheng Shiu University
juga menjadi juara pertama. Kami merasa bangga dan bersyukur sekali berkesempatan
memperkenalkan kebudayaan Lampung di Taiwan, dan mendapat apresiasi dengan
peraihan prestasi ini,” ujar Yolanda.
Lanjutnya,
pengalaman mengikuti kompetisi tersebut membuatnya dan mahasiswa student
mobility Darmajaya lain semakin percaya diri, menambah networking, serta meningkatkan kemampuan bahasa dimana pada
kompetisi tersebut mereka juga mengenal bahasa Mandarin sehingga di era global
saat ini tak cukup hanya menguasai bahasa Inggris.
“Pada
17 Desember 2017, kami juga diundang Kementerian
Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan untuk berpartisipasi dalam even
memperingati Hari Migran 2017 di Taiwan,”
ungkapnya.(*)

Komentar
Posting Komentar