Pemuda Lampung Ini Jadi Relawan Internasional di Australia

Rasa kepedulian yang besar terhadap sesama ini membuat mahasiswa IIB Darmajaya, Mansyurni Abadi terlibat menjadi relawan Association for Better Living and Education (ABLE) International di Australia selama lebih dari 1 bulan (Juli hingga Agustus 2017).

Pria yang akrab disapa Adi ini melakukan pengabdian masyarakat di Kota Perth selama 2 minggu dan di Kota Sydney selama 3 minggu. Ia mengikuti pelatihan sosial meliputi pelatihan bahasa inggris, informasi meraih beasiswa, dan menyelesaikan projek sosial. Adi juga berinteraksi dengan relawan ABLE di Australia yang berasal dari Rusia, Israel, Palestina, Nigeria, Inggris, Colombia, dan negara lainnya.

“Awalnya saya tahu informasi kegiatan ini dari Koordinator Dunia Bebas Narkoba Asia Tenggara, Gary Bromwel asal Australia. Saya tertarik dan ikut mendaftar secara online. Setelah melalui seleksi berkas, dan wawancara online, Alhamdulillah saya lolos,” tuturnya.

Mahasiswa jurusan Manajemen Darmajaya ini mengungkapkan, ABLE memiliki 4 program utama.
Diantaranya Narconon International  yakni program rehabilitasi obat yang efektif serta pendidikan
dan pencegahan narkoba. Applied Scholastics International yakni program pelatihan pendidikan
bagi pengajar dan siswa belajar dengan kurikulum unik yang efektif. Criminon International yakni
program pembinaan bagi pelanggar hukum, dan The Way To Happiness Foundation International
yakni program character building, dan moral kemanusiaan. “Saya masuk dalam program
The Way To Happiness Foundation International. Selama di Australia, saya melakukan pengabdian
masyarakat dengan mengunjungi gelandangan atau masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan donasi.
Selain itu, layaknya Duta Perdamaian, saya berdiskusi bersama masyarakat untuk mempererat hubungan,
meningkatkan toleransi, antisipasi radikalisme dan terorisme,” paparnya.
 
Mahasiswa yang tertarik dengan psikologi ini, juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial pada Komunitas Peduli Gangguan Jiwa Lampung dan gerakan literasi Komunitas Lampung Ngopi (ngobrol dan berfikir) yang bertujuan menumbuhkembangkan budaya membaca dan menulis.(*)

Komentar